Sepanjang tahun 2016, Indonesia telah berhasil mencapai target 12 juta wisatawan mancanegara (wisman). Jumlah kunjungan ini meningkat 15,54 persen jika dibandingkan tahun 2015 sebesar 10,4 juta wisman.

Sedangkan pada tahun 2017, pemerintah Indonesia menargetkan sebanyak 15 juta kunjungan wisman.

Sumber – Kementerian Pariwisata Indonesia


Antaranews.com – Branding “Wonderful Indonesia” peringkat ke-47 di dunia

Pencapaian Wonderful indonesia

Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata, Kementerian Pariwisata RI, Watie Moerany mengatakan saat ini branding pariwisata Indonesia Wonderful Indonesia semakin populer dan itu terlihat pada peringkatnya yakni menduduki posisi ke-47 dunia.

“Pada tahun sebelum – sebelumnya Wonderful Indonesia berada di peringkat 100-an dari seluruh negara di dunia. Namun mulai tahun 2016 sudah naik ke peringkat ke-47,” ujarnya saat sosialisasi branding Pesona Indonesia di Pontianak.

Watie menyebutkan dengan populernya branding tersebut membuat Kementerian Pariwisata sudah mulai fokus kepada promosi destinasi wisata dan penjualan paket wisata.

“Anggaran sebelumnya untuk branding sebesar 30 persen dan promosi 20 persen. Namun saat ini sudah terbalik yakni lebih besar promosi. Sedangkan untuk penjualan tetap 50 persen. Kita sekarang bisa fokus ke promosi, karena branding kita sudah dikenal,” sebutnya.

Ia menambahakan saat ini promosi berkesinambungan dalam branding pariwisata Pesona Indonesia telah dilakukan secara massif. Tidak hanya oleh pemerintah dan pelaku bisnis wisata, melainkan oleh masyarakat sendiri.

“Ketika brand itu disuarakan banyak orang akan makin menyebar secara luas. Dengan brand tersebut, pariwisata Indonesia akan mudah dikenal, diingat dan identitasnya jelas. Brand Pesona Indonesia digunakan di dalam negeri. Sedang untuk ke luar negeri memakai Wonderful Indonesia dengan logo Burung Garuda,” kata dia.

Sasaran dari branding tersebut dikatakannya secara umum masyakat luas, tapi juga ditekankan bagi akademisi, pemerintah, media, industri pariwisata dan komunitas. Editor: Unggul Tri Ratomo

Kompas.com – Bus “Wonderful Indonesia” Sedot Perhatian Warga Berlin

Bus Wonderfull Indonesia - Berlin

Bus bertuliskan “Wonderful Indonesia” mengundang perhatian warga Berlin, Jerman. Ada bus yang bergambar Danau Toba, stupa Buddha, dan Candi Borobudur. Ada pula bus yang bergambar seorang perempuan memanggul buah-buahan di atas kepala dengan latar pesawahan di Ubud, Bali. Bus tersebut hadir di tengah acara Internationale Tourismus Borse (ITB) yang digelar 8-12 Maret 2017. Ini adalah pameran wisata terbesar sedunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, ITB Berlin diikuti oleh 187 negara dari lima benua. Pameran ini juga diramaikan 10.000 exhibitors, 1.000 buyers top dunia, 26.000 pengunjung konvensi, juga 120.00 trade visitors.

Timing yang pas untuk menaikan selling sekaligus branding Wonderful Indonesia di komunitas pariwisata dunia,” ujarnya.

Dengan naiknya branding Wonderful Indonesia, lanjut Arief, orang dengan mudah mencari informasi tentang industri pariwisata Indonesia.

“Keunggulan dan daya tarik Indonesia bukan hanya dari keindahan destinasi, alam budaya dan buatan manusia, tapi juga potensi investasi di sektor pariwisata,” tambahnya.

Wisatawan asal Jerman sendiri menempati peringkat ke-3 penyumbang wisman asal Eropa ke Indonesia. Peringkat pertama ditempati oleh Inggris, disusul oleh Perancis. Tahun lalu, sebanyak 231.694 turis asal Jerman menyambangi Indonesia.

Detik.com – Wonderful lndonesia Sambut Traveler di Bandara Changi, Singapura

Wonderful Indonesia - Changi Airport

Branding Wonderful Indonesia akan langsung menyambut traveler begitu menginjakkan kaki di Terminal Keberangkatan 3 Bandara Changi, Singapura. Pameran bertajuk Discover Indonesia Exhibition ini akan berlangsung di Terminal 3 Departure Hall, Changi International Airport, Singapura dari mulai tanggal 10 Maret hingga 2 April 2017.

“Changi, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan KBRI Singapura menggelar Festival Wonderful Indonesia di Singapura. Dengan berbentuk Rumah Joglo, Discover Indonesia Exhibition kali ini merupakan salah satu implementasi kesepakatan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Lee terkait kerjasama Indonesia-Singapura di bidang pariwisata”, terang Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya.

Alasan dipilihnya Bandara Changi sebagai lokasi pameran karena Changi sudah tujuh kali memenangkan gelar ‘The World Best Airport’ dari Skaytrax. Dari mulai kalangan high end, pebisnis dunia, selebritis hingga tokoh-tokoh dunia dipastikan pernah berlalu lalang di Changi.

Frekuensi traveler via Changi juga mengalir tak habis-habisnya. Jutaan orang transit di Changi Airport. Termasuk 15,5 juta wisatawan yang masuk ke Negeri Singa Putih itu. Selama 24 jam, bandara ini tak pernah sepi. Changi juga merupakan penghubung Barat-Timur, Utara-Selatan, Tenggara-Barat Laut.

“Sebagaimana yang disampaikan Menteri Arief Yahya, Singapura dijadikan hub atau connector atau gate menuju ‘The World Next Door’ Indonesia. Jalur Penerbangan Singapore-Jakarta adalah tersibuk kedua di Asia, sementara jumlah penerbangan Changi ke 13 Airport di Indonesia sekitar 513 kali seminggu dan Changi adalah hub yang melayani jutaan penumpang setiap tahunnya. Maka dari itu, Wonderful Indonesia wajib hadir di sana,” lanjut Dubes Ngurah Swajaya.

Promosi ini pun dianggap tepat sebagai ajang untuk mendukung naiknya kunjungan wisatawan dan memberikan edukasi mengenai Wonderful Indonesia. Kebetulan, karakter destinasi Singapura-Indonesia itu saling melengkapi. Dalam kaitan ini, sedang dikembangkan destinasi bersama Singapura dan Indonesia bagi turis mancanegara, termasuk wisata kapal pesiar. Ditambah lagi, Singapura dan Indonesia jaraknya tidak jauh. Waktu terbangnya juga tidak lama. Potensi 109 juta wisatawan ke ASEAN juga akan dapat ditarik melalui gerbang yang memiliki akses pintu masuknya sangat banyak di Indonesia.

Kompas.com – Wonderful Indonesia Sabet Penghargaan di Los Angeles

Wonderful Indonesia kembali meraih dua penghargaan dalam Los Angeles Travel and Adventure Show (LATAS) 2017. Penghargaan itu adalah ‘Best of Show Cultural Display’ dan ‘Best Dance World Heritage Cultural Center’ dipastikan menjadi milik Wonderful Indonesia setelah mengalahkan performer Timur Tengah, Mesir, China, Tahiti, Panama dan Spanyol.

“Award ini memiliki tiga makna. Pertama menaikkan kepercayaan diri sebagai bangsa. Kedua  mengangkat kredibilitas di mata bangsa lain. Ketiga, sebagai kalibrasi untuk memotret seberapa hebat Wonderful Indonesia di level global,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, prestasi Wonderful Indonesia di LATAS 2017 cukup membanggakan. Penghargaan itu makin bermakna karena Wonderful Indonesia mampu berkreasi yang menjadi selera dunia. Dan terbukti menyisihkan negara-negara lain yang punya reputasi tinggi di sektor pariwisata seperti Mesir, China, Tahiti, Panama dan Spanyol.

“Dua penghargaan dari Los Angeles Travel and Adventure Show 2017 itu adalah bukti bahwa jika serius tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Mengejar award, dengan segala kriteria itu, secara otomatis akan mendekatkan diri pada standar dunia,” ucap Pitana.

“Jadi, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Membangun destinasi dengan standar dunia, membuat obyek wisata semakin bagus, bisa dikompetisikan di tingkat dunia dan berpotensi menang,” katanya.

Menurut Kabid Promosi Pasar Amerika dan Afrika, Hari Budiarti, yang ditampilkan Wonderful Indonesia di Los Angeles Travel and Adventure Show, 18-19 Februari 2017 adalah yang terbaik. “Semua disiapkan dengan sangat matang,” kata Hari.

Sebanyak 9 industri yang terdiri dari 5 travel agent dari Indonesia, 3 travel agent lokal dari AS dan 1 dari Singapore Airlines, tak henti-hentinya menggoda pengunjung dengan paket-paket menarik. Paviliun Wonderful Indonesia tampil menawan. Mulai Indonesia Hospitality Corner yang menyediakan beef rendang, beef rendang quesadillas, es kopi padang, mixology ginger based traditional drink with lemongrass and lime tak pernah berhenti disajikan ke pengunjung.

Di Indonesia Mini Stage, Wonderful Indonesia tampil tak kalah menarik. Tarian tradisional seperti Bajidor Kahot, Topeng Jigrik Ndat, Tari Piring dan Banyuwangi Carnival selalu menghibur pengunjung yang datang. Begitu juga dengan Taste of Travel. Ada demo membuat rendang hitam, beef rendang quesadillas dan mixology ginger based tradisional drink dengan daun sereh dan lemon segar yang sulit ditolak pengunjung.

“Indonesia Hospitality Corner dan Indonesia Mini Stage menjadi magnet bagi para pengunjung LATAS 2017. Sajian kuliner khas Indonesia mampu menarik animo pengunjung ke booth Indonesia. Mereka rela antre untuk mencicipinya. Respons dari pengunjung yang telah mencicipi makanan dan minuman khas Indonesia juga menuai banyak pujian,” kata Hari.

Selain itu ada permainan interaktif dan kuis. Pengunjung yang bisa menjawab pertanyaan seputar destinasi Indonesia langsung mendapat hadiah goody bag dan suvenir berupa kain songket.

Kompas.com – Dampak Positif “Wonderful Indonesia” di London

Wonderful indonesia - London

Promosi yang dilakukan Kementerian Pariwisata dengan memasang program kampanye “Wonderful Indonesia” di 405 taksi dan bus di Kota London telah menunjukkan dampak positif. Menurut Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma, ada peningkatan dari jumlah arus masuk wisatawan Inggris ke Indonesia pada 2016 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ada 400 taksi dan lima bus yang dipasang stiker Wonderful Indonesia,” ujar Rizal saat menyambut rombongan Media Visit dari Kedutaan Besar Inggris di kantornya.

“Promosi yang bersifat visual seperti itu menurut saya tetap penting karena kadang orang perlu diingatkan akan eksistensi sesuatu. Dalam hal ini, Indonesia adalah great destination untuk pariwisata,” ucap dia.

Tingkat keberhasilan bentuk promosi seperti itu memang tidak bisa diukur secara langsung. Hanya, menurut Rizal, Trip Advisor pernah menunjukkan data bahwa tingkat kecenderungan untuk memesan tiket ke Indonesia naik ketika promosi visual dilakukan.

“Hingga Agustus 2016, wisatawan Inggris yang datang ke Indonesia sudah mencapai sekitar 300.000,” tutur Rizal melanjutkan.

Tahun 2015 lalu, jumlah wisatawan Inggris ke Indonesia sebesar 280.198 orang atau naik 14,56 persen dari tahun sebelumnya. Lantaran kalender 2016 masih bersisa, jumlah turis Inggris yang datang ke Indonesia pasti akan meningkat dibandingkan tahun lalu. Jumlah wisatawan Inggris ke Indonesia bakal mengalami peningkatan pada akhir tahun ini karena bertepatan dengan musim dingin di negara tersebut.

Kementerian Pariwisata – Target 12 Juta Wisman pada 2016 Optimis Tercapai

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yakin target 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir Desember akan terpenuhi. Ini dilihat dari capaian jumlah wisman pada Januari hingga Oktober 2016 yang secara kumulatif tumbuh 9,54% dari tahun 2015 sehingga estimasinya akan tercapai 1,3 juta wisman pada November dan 1,5 juta wisman pada Desember.

Arief Yahya mengatakan, target pada triwulan 4 (Oktober, November, Desember) 2016 sebesar 3,9 juta wisman atau 32,5% dari target 2016.

“Pada Oktober sudah tercapai 1,040 juta wisman atau tumbuh 18,55%, sedangkan sisanya 2,86 juta optimis akan terlampaui karena dalam tiga bulan tersebut adalah saat peak season di mana pertumbuhan tinggi hingga dua digit kerap terjadi,” kata Arief Yahya.

Sementara itu, target pariwisata 2017 antara lain: kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 13% devisa yang dihasilkan sebesar Rp200 triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 12 juta, jumlah kunjungan wisman 15 juta dan pergerakan wisnus 265 juta, serta index daya saing (WEF) naik ke posisi 40 dari 50 ranking dunia saat ini.

Sedangkan target pariwisata 2019 yakni jumlah kunjungan wisman 20 juta, pergerakan wisnus 275 juta, kontribusi terhadap PDB sebesar 15%, devisa yang dihasilkan Rp280 triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 12,6 juta, serta index daya saing (WEF) berada di 30 ranking dunia.

Program prioritas 2017 yang sangat strategis adalah pembangunan konektivitas udara mengingat sekira 75% kunjungan wisman ke Indonesia menggunakan transportasi udara sehingga tersedianya jumlah kursi pesawat yang cukup menjadi kunci untuk mencapai target tahun 2017 hingga 2019 mendatang.

Lanjut Arief Yahya, ketersediaan kapasitas seat sebanyak 19,5 juta oleh perusahaan maskapai penerbangan (airlines) Indonesia dan asing saat ini hanya cukup memenuhi target kunjungan 12 juta wisman pada 2016, sedangkan untuk target 15 juta wisma tahun 2017 membutuhkan tambahan 4 juta seat. Untuk target 18 juta wisman tahun 2018 membutuhkan tambahan 3,5 juta seat atau menjadi 7,5 juta seat, sementara untuk mendukung target 20 juta wisman diperlukan tambahan 3 juta seat atau menjadi 10,5 juta seat pesawat.

Kompas.com – Wonderful Indonesia “Mejeng” di Times Square New York

wonderful indonesia

Untuk kali pertama, branding Wonderful Indonesia “unjuk gigi” di kota New York, Amerika Serikat, tepatnya di Times Square, Manhattan. Iklan “Wonderful Indonesia” dari Kementerian Pariwisata ini dalam bentuk media luar ruang. Empat buah billboard dengan aneka ikon pariwisata Indonesia terpampang di salah satu pusat kegiatan tersibuk di dunia selama hampir satu bulan penuh.

“Di sana itu pusat toko-toko dan juga pusat bisnis. Ada trem yang lewat sana. Sekitar 39 juta per tahun masyarakat New York berkumpul di sana. Itu termasuk wisatawan mancanegara di sana. Kita berharap dengan promosi itu kunjungan wisatawan mancanegara dari New York akan bertambah. Harapan kita wisatawan mancanegara yang ada di New York juga secara tidak langsung bisa ke Indonesia,” jelas Elizabet Hutagaol, Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata.

CNN Indonesia – Salip Thailand, Indonesia Ramai Dikunjungi Turis Perancis

Wisatawan Perancis yang berwisata ke Indonesia sepanjang liburan musim panas pada Juli dan Agustus 2016, mengalami peningkatan sejumlah 35 persen. Jumlah tersebut bahkan mengalahkan jumlah kedatangan turis Perancis ke Thailand.

Thailand berada di posisi ke-dua, dengan jumlah kedatangan turis Perancis sebanyak 32 persen, sedangkan Jepang berada di posisi ke-tiga dengan jumlah 20 persen dan Vietnam di posisi ke-empat dengan jumlah 17 persen.

“Masih ada beberapa bulan lagi sebelum mengakhiri tahun 2016 untuk mencapai target kedatangan 250.000 turis dari Perancis ke Indonesia,” ujar Eka Moncarre, Kepala Kantor Pariwisata Indonesia di Paris.

Kompas.com – Hingga Juni, Jumlah Wisman ke Indonesia Tembus 5 Juta Orang

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga bulan Juni 2016 mencapai 5.291.538 kunjungan. Angka tersebut menunjukkan kenaikan jumlah wisman pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni berjumlah 4.997.618 kunjungan.

“Secara kumulatif dari bulan Januari sampai Juni dibanding tahun lalu, kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 5,88 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin di Jakarta.

Catatan Berita Resmi Statistik BPS dari Januari-Juni menyebutkan, jumlah wisman pada bulan Januari mencapai 814.300 kunjungan, Februari 888.300 kunjungan, Maret 892.200 kunjungan, April 901.100 kunjungan, Mei 915.200 kunjungan, dan Juni 857.700 kunjungan. Adapun dari catatan BPS, wisman-wisman terbesar yang berkunjung ke Indonesia berasal dari Singapura, Malaysia, Australia, China, Korea Selatan, Jepang, dan India.

Kompas.com – Rekor Kunjungan Wisatawan Australia Bisa Rangsang Kedatangan Wisatawan Eropa dan AS

Rekor kunjungan wisatawan Australia pada bulan Juni yang tercatat terbanyak sepanjang sejarah dianggap akan membawa dampak positif bagi Indonesia. Hal itu akan merangsang wisatawan mancanegara asal Amerika dan Eropa berkunjung ke Indonesia.

“Australia ini menjadi barometer Amerika dan Eropa. Kalau orang Australia itu berani berbondong-bondong, pasti Amerika dan Eropa ikut,” kata Chairman PATA Indonesia Chapter Setyono Djuandi Darmono.

Data statistik yang dirilis Kedutaan Besar Australia mencatat terdapat 116.000 wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia. Jumlah tersebut lebih tinggi dari bulan apa pun dalam sejarah.

Kompas.com – Kemenpar: Branding Negara Bisa Dongkrak Pariwisata

wonderful indonesia

Staf Khusus Kementerian Pariwisata Samsriyono Nugroho mengatakan branding sebuah negara jadi faktor penting untuk mendongkrak pariwisata. Demikian juga untuk Indonesia. Kalau branding (promosi) pariwasata itu kuat, otomatis objek wisata akan banyak kedatangan turis.

“Salah satu negara yang berhasil membangun pariwisatanya adalah Thailand. Meski wilayahnya lebih kecil dari Indonesia, tapi devisanya bisa tiga kali lipat dari Indonesia,” ujar Samsriyono.

Samsriyono berharap pada tahun 2018-2019 pariwisata akan menjadi sektor andalan di Indonesia untuk menarik pendapatan devisa.

Kompas.com – “Wonderful Indonesia” Raih Penghargaan di Bursa Pariwisata Terbesar Dunia

wonderful indonesia news2

Wonderful Indonesia menyabet juara sebagai The Best Exhibitor dalam kategori Booth Asia Australia Oceania di ajang bursa pariwisata terbesar di dunia yaitu International Tourismus Boerse (ITB) Berlin.

Kemenangan ini berarti melengkapi semua travel mart pada bulan Februari-Maret 2016 di berbagai tempat. “Puncaknya ITB Berlin ini. Dampaknya terhadap marketing adalah, brand Wonderful Indonesia semakin menanjak tajam,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya .

Selain itu, selama ITB Berlin, branding Wonderful Indonesia ditampilkan di berbagai materi promosi mulai di tempat acara, shuttle bus, trem, kereta, mobil, banner, media, televisi, pintu masuk, sampai tas.