Pantai Bintan

Sekilas Bintan

Bintan adalah sebuah kabupaten dan pulau di Provinsi Kepulauan Riau dan Tanjungpinang merupakan ibu kota provinsi ini. Tempat ini mendapat julukan “Bumi Segantang Lada”. Julukan yang sangat tepat untuk menggambarkan betapa banyaknya pulau yang ada di daerah ini. Bintan memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Iklim dan kondisi alam yang eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik dan mancanegara, terutama dari Singapura & Malaysia.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Bintan, saat ini kunjungan wisatawan ke Bintan mengalami kenaikan sebesar 14 persen dari 493.495 orang di 2015 menjadi 574.337 orang di 2016. Angka kunjungan ini bisa jadi lebih besar, karena belum termasuk jumlah wisatawan yang masuk ke Bintan melalui Tanjung Pinang.

Upaya Dinas Pariwisata Bintan untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan di 2017 adalah dengan memperbanyak penyelenggaraan event-event dari skala internasional maupun nasional. Direncanakannya untuk tahun ini agenda yang akan digelar sebanyak 43 event atau 10 event lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 33 event.

Transportasi

Kebanyakan pengunjung dari luar negeri ke Bintan masuk dengan kapal ferry. Keberangkatan antara terminal ferry Tanah Merah Singapura ke terminal Bandar Bentan Telani Lagoi serta antara Singapura dan terminal ferry Tanjung Pinang Sri Bintan Pura. Untuk rincian tentang keberangkatan dan kedatangan dari Singapura klik: www.singaporecruise.com. Disisi lain, terdapat bandara di Tanjung Pinang yakni Raja Haji Fisabilillah Airport dan saat ini sedang dalam pembangunan bandara internasional baru yakni Bintan Resort International Airport.

Yang Dapat Dilakukan

Di pantai barat Bintan terdapat Tanjung Pinang, dahulu merupakan kota sunyi namun saat ini merupakan ibu kota provinsi yang sibuk. Di sini Anda akan menemukan rumah kuno panggung yang menarik di Senggarang, di sini juga terdapat beberapa candi Budha termasuk candi kuno yang dinaungi pohon bayan yang besar dan rindang.

Berjarak 15 menit dari Tanjung Pinang merupakan pulau kecil Penyengat, dahulu merupakan tempat kedudukan ratu kerajaan Johor-Riau dan asal bahasa melayu asli, dasar bahasa Indonesia. Di tempat ini berdiri Masjid Sultan Riau yang merupakan bukti keemasan sultan Johor-Riau. Sebelum mendekati pulau Anda dapat melihat menara masjid lalu mengintip dari atas kuning kehijauan seperti sebuah istana dalam dongeng. Penyengat adalah makam kerajaan dari Sultan terakhir Riau, sedangkan keturunan Sultan masih tinggal di pulau sampai saat ini.

Tanjung Pinang melayani beberapa makanan laut paling lezat. Pada malam hari jalan ditutup dan segala macam warung makanan muncul menjual kepiting bumbu pedas, udang kukus, ikan panggang dengan saus pedas, dan makanan favorit di Riau gong-gong, sejenis tiram.

Sementara di sepanjang pantai timur Bintan merupakan pantai putih, laut biru dan sejumlah pulau yang menarik.

Green Turtle

Tempat Makan

Gong-gong

Gong-gong

Seafood adalah makanan andalan di Kepulauan Riau. Seafood segar dan cukup murah disajikan di restoran panggung kuno, yang disebut Kelong – menghadap ke laut, di warung pinggir jalan atau di restoran. Coba kepiting bumbu pedas yang lezat, ikan kukus, atau udang mabuk. Keistimewaan Bintan adalah “Gong Gong” atau Keong mutiara (Strombus Canarium) yang dapat ditemukan hanya di sekitar Bintan dan kepulauan Batam. Pasar basah yang biasanya dipenuhi orang yang patut dikunjungi. Makanan lainnya yang dapat dicoba adalah ikan panggang saus pedas, otak-otak dan lainnya.

Kepiting Bumbu Pedas

Kepiting Bumbu Pedas


Referensi:

http://pesonaindonesia.travel/