Melia Bintan Indonesia

Peluang Investasi Condotel di Bintan

 

Melia Bintan Indonesia

Meliá Hotels International telah resmi menghadirkan Melia Bintan Indonesia, yang merupakan hotel ke-15 di Indonesia. Hotel ini merupakan proyek condotel bernuansa resort yang dikembangkan di lahan seluas 6 hektar (ha). Berlokasi premium nan eksotis, Teluk Sebong menyajikan keindahan alam dari belahan barat nusantara. Hotel ini memadukan konsep desain dan inovasi yang terintegrasi dengan budaya Melayu, serta berbagai fasilitas didalamnya. Hal ini menjadikan Melia Bintan Indonesia sebagai investasi properti pilihan terbaik.

Melia Bintan Indonesia terletak di pinggir pantai dengan 319 unit kamar tipe suite dan vila yang berdiri di atas lahan seluas 6 ha. Hotel ini akan dikelola di bawah manajemen Melia Hotels & Resorts dan memiliki berbagai fasilitas untuk memanjakan para tamu, seperti Yhi Spa yang terkenal; lounge dan suite The Level.

Senior Vice President Melia Hotels International untuk Asia Pasifik Bernardo Cabot mengatakan proyek milik Kurnia Land ini menjadi bukti eksistensi Melia yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun di Indonesia. Hotel ini menyediakan sebuah pintu gerbang bagi para wisatawan menuju salah satu kiblat terbaru di dunia untuk sebuah perjalanan yang mewah. Kami sangat bersemangat karena terus didukung oleh besarnya permintaan untuk akomodasi dan pelayanan kami.

Melia Bintan Indonesia

No. IMB 22/PI-PU 01/332/DPMPTSPTK/2017

Kenapa condotel Melia Bintan Indonesia?

Melia Bintan Indonesia memiliki lokasi yang dimanjakan dari sisi transportasi, yakni berdekatan dengan pelabuhan Bandar Bentan Telani Ferry Terminal. Lokasi proyek condotel juga berdekatan langsung dengan area pengembangan Bintan Resort atau kawasan wisata Lagoi. Dan saat ini sedang dibangun Bintan Resort International Airport yang direncanakan beroperasi terbatas pada akhir tahun 2018. Bandara baru ini akan melengkapi bandara yang sebelumnya telah ada yakni Bandara Internasional Bintan Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang dan Bandara Hang Nadim International di Batam.

Konstruksi bandara sejauh ini telah selesai 85 persen dengan panjang landasan pacu 3 kilometer. Nantinya bandara ini diharapkan dapat melayani 1 juta penumpang dan memiliki pusat pemeliharaan-perbaikan untuk penerbangan domestik dan asing (klik untuk baca berita lebih lengkap).

Di tahun 2018 ini, Dinas Pariwisata Bintan akan memperbanyak penyelenggaraan event-event dari skala internasional maupun nasional. Hal ini adalah upaya untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bintan, dimana tiap bulannya dipastikan selalu akan ada pelaksanaan event.


”Pada tahun 2017 yang lalu, kunjungan wisatawan asing naik berkisar 20,27% dibandingkan tahun 2016. Harapan kita, pada tahun 2018 ini, Kabupaten Bintan setidaknya mampu mencapai angka kunjungan 400.000 wisatawan asing ”

– Bupati Bintan Apri Sujadi –

Dari 350.000 yang ditargetkan, kunjungan wisatawan asing justru mencapai 371.592 wisatawan. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2016 sebanyak 308.964 wisatawan. Sedangkan wisatawan nusantara, naik sebanyak 24 persen dengan total kunjungan pada tahun 2017 sebanyak 367.801 orang, dibandingan tahun lalu yang hanya 290.000 orang.


Pada tahun 2020 mendatang, Presiden RI Joko Widodo memberikan target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 20 juta orang pertahunnya. Untuk Kepri yaitu Batam dan Bintan diberikan target 24 persennya atau 4,8 juta orang pertahun. Dari total target di Kepri, Bintan harus menyumbangkan 10 persennya atau 2 juta orang pertahunnya sedangkan sisanya ditangani Batam.

Untuk mendukung Bintan sebagai destinasi wisata dunia, Kemenpar akan mengucurkan dana melalui APBN dengan besaran puluhan miliar rupiah. Dana itu digunakan untuk menghelat berbagai event olahraga dan fasilitas pendukung lainnya. Kemenpar sangat yakin jika Bintan bisa melebihi target tersebut. Bahkan akan mengantarkan daerah ini menjadi ranking pertama penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia.

Keuntungan yang didapatkan oleh investor apabila berinvestasi pada condotel ini adalah:

  1. Jaminan investasi sebesar 20% selama dua tahun pertama.
  2. Profit sharing 40% (investor) : 60% (operator hotel) di tahun ke 3 seterusnya.
  3. Free stay 21 poin per tahun (juga dapat digunakan di Sol Jimbaran by Meliá – Bali, Sahid Eminence – Puncak, Sahid Cleveland – Bandung).
  4. Status kepemilikan adalah Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Strata Title.
  5. Free service charge & maintenance – Fully Furnished
  6. Dikelola oleh Melia Hotels International.
  7. Harga kenaikan unit (capital gain)

“Hari Jumat-Sabtu-Minggu, atau weekend juga semakin sulit mendapatkan kamar di Bintan. Sementara agenda events di sana sudah regular, internasional dan besar-besar. Sport tourism menjadi lokomotif yang bisa men-drive pasar wisman dari Singapore.” – Beritasatu.com


“Over the passing years, we have seen a huge increase in customers, especially Chinese tourists. A lot of babies were made here. The peak travel season here is generally from July to September and around Christmas.” – Shanghaidaily.com


Master Plan Melia Bintan Indonesia

Tipe Kamar (Junior Suite 41m | Executive Suite – 46m & 48m | Suite 83m)

Saat ini proyek condotel Melia Bintan Indonesia hanya menjual Tower A, B dan C, sedangkan private villa, dan floating villa tidak dijual. Progres penjualan Melia Bintan Indonesia cukup cepat, karena telah terjual lebih dari 85 persen (data rekapitulasi Juni 2018) sejak dipasarkan pada akhir quartal 3-2016.

Lokasi Project

Kontak Kami

Opsi Area Project Condotel Yang Diminati: